Ketika Kamu tertidur, Aku disisimu menjagamu
Lalu ku petik butir – butir cahayanya
Ku jadikan huruf – huruf Doa
Ku taburkan di pelupuk matamu dengan dua pucuk jariku
Hingga malam larut gulita
Mimpi indah tercipta
Kutatap wajahmu, kamu manis pulas terlena
Di ujung bibirmu senyum masih tersisa
Seperti terselip sekuntum bunga
Kucium bunga dengan kecupan mesra
Sebab Sajakku bermekaran warna
Sebuah keindahan tak ada habisnya, tak ada matinya
Terangkai makna ungkapan kata cinta punjangga
Di penghujung malam ku panjatkan sebagai doa
Ketika kamu terjaga, ku bacakan sebait cinta
Kusaksikan sinar matamu menjelma binta kejora
Wajahmu putih senyum ceria, pagi mengembang cahaya
Itu bagian terindah puisi yang ku cipta
Ketika kamu tersenyum bahagia
Dan Sebening subuh
Merinding buluh perindu membelenggu tubuh
Ku peluk dirimu saat dirimu terbangun dari tidurmu.
Jakarta, 09 Juni 2011
Iman Supandi ” Pendi”